Cari Blog Ini

Daftar Blog Saya

Pondok terapi mubarokatan toyyibah

Powered By Blogger

Sungguh aku menulìs blog di internet untuk saling berbagi pengalaman dan imajinasi yang ada dalam pikiranku, benar dan salah andalah yang menilai, aku berusaha memberikan yang terbaik yang aku miliki, sebab penulis prihatin akan banyaknya situs2 pornografi yg notabene telah masuk ke anak-anak, walaupun terlambat tapi usaha pengeditan dan pengiriman entri akan terus di lakukan jika masih ada ide. Semoga membawa berkah.

Sabtu, 13 Agustus 2011

KEUTAMAAN AHLI KAROMAH

Alloh swt, apabila menghendaki kebaikan bagi hamba, dia akan menampakan kepadanya aib-aib dirinya.
Barang siapa yang pandangan -nya terbuka, aibnya tidak membuatnya takut.
Apabila ia mengetahui aib-aib itu, ia dapat mengobatinya.
Namun, kebanyakan manusia tidak mengetahui aib-aib diri mereka.
Seseorang dari mereka melihat kotoran pada mata saudaranya, namun ia sendiri tidak melihat bintang di depan matanya.
Barang siapa yang ingin mengenali dirinya baginya ada empat cara sebagai berikut;

pertama, ia duduk di hadapan seorang syekh yang dapat melihat aib dirinya dan dapat membongkar penyakit-penyakit yang tersembunyi. Ia menyerahkan dirinya kepada syekh dan mengikuti petunjuknya dalam mujahadahnya.


Kedua, mencari teman setia yang taat beragama, teman itu selalu mengawasi dirinya untuk mengetahui keadaan dan perbuatannya.
Setiap kali menemukan akhlak dan aib lahirlah dan batiniah yang tidak di sukai, ia mengingatkannya.
Demikianlah yang di lakukan orang-orang bijak dan para pemuka agama.

Ketiga, mengetahui aib dari ucapan musuh, sebab pandangan kemarahan akan menampakan kejelekan.
Kadang-kadang seseorang memperoleh manfaat dari musuh yang membenci dan menyebutkan aib-aibnya lebih besar daripada manfaat yang diperolehnya dari teman penjilat yang selalu memujinya dan menyembunyikan aib-aibnya hanya saja watak manusia mengingkari musuh dan apa yang diucapkannya menimbulkan sifat hasud. Akan tetapi orang yang terbuka mata hatinya tidak mengabaikan manfaat dari ucapan musuh-musuhnya, karena kejelekan-kejelekan pasti tersebar melalui lisan mereka.

Keempat, bergaul dengan masyarakat.
Setiap yang di lihatnya di tengah masyarakat, ia menuntut dan menisbatkannya pada dirinya. Sebab, seorang mukmin adalah cermin bagi mukmin lain. Ia melihat aib orang lain sebagai aib dirinya sendiri. Ia mengetahui bahwa watak-watak itu saling berdekatan dan mengikuti hawa nafsu. Kalau seseorang bersifat seperti itu, yang lain tidak akan tercabut dari akarnya, lebih besar dari itu atau sedikit saja darinya. Jadi, hendaknya ia mencari dan mencucikan dirinya dari setiap yang di cela orang lain, niscaya mereka tidak memerlukan pendidik.

Ketahuilah, apa yang kami sebutkan ini, jika di pandang dengan pandangan yang haus akan pengajaran, niscaya terbuka mata hati anda, tersingkap bagi anda penyakit hati, dan mengobatinya dengan cahaya ilmu dan keyakinan. Jika anda tidak mampu melakukan itu, janganlah kehilangan kepercayaan dan keimanan untuk menemui dan mengikuti orang yang pantas di ikuti. Sebab, keimanan itu memiliki tingkatan, sebagaimana ilmu juga memilik tingkatan. Ilmu akan berbuah setelah ada keimanan. Ilmu ada di balik keimanan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar